Total Tayangan Halaman

Selasa, 24 Desember 2013

flash fiction


Penantian sia-sia

Sudah lama aku memimpikan hal ini, berdiri dihadapannya dan menatap matanya yang begitu indah dan mengagumkan ditambah dengan senyumnya yang tipis namun menyejukkan hati.
“hai,apa kabar? Masih menungguku?”
“tidak pernah sebaik ini. Selalu,aku selalu menunggumu dari dulu hingga sekarang. Sudah banyak pria yang kuabaikan demi kau.”
“maaf.”
“hah apa hanya itu saja yang mampu kau ucapkan setelah semua pengorbananku selama ini? Apa kau tidak tau selama ini aku tetap setia menunggumu. Dan setelah pengorbananku ini hanya kata maaf yang kudapatkan? Kamu jahat.” Kemudian aku merasakan pipiku basah. aku menangis, menangis dihadapan pria yang telah membuat luka yang sangat besar dihatiku sekaligus pria yang sangat aku sayangi.
“aku tidak bisa berbuat apa apa, aku menyayangimu tapi kita tidak bisa bersatu. Aku masih menghargai perasaan sahabatku Aldo, dia mencintaimu Kanna terimalah dia dan lupakan aku.”
“ngga bisa,aku ngga bisa menerimanya. Apa kamu tidak bisa egois sedikit? Egois demi aku, sudah cukup kau selalu mengalah deminya. Sekarang giliranmu untuk bahagia Rey.”
“maaf, aku bener bener ngga bisa selain aku tidak mau menyakiti hati Aldo, aku sudah memiliki pasangan. Maafkan aku Kanna, selamat tinggal.” Setelah kepergiannya aku langsung menangis sejadi-jadinya, menangisi pria yang jelas jelas sudah melukai hatiku dan membuatku patah hati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar