Memories Secrets
Kenangan.
1 kata yang sangat sulit untuk dilupakan, namun sangat indah bila diingat. Kenangan,
ada banyak rasa yang dicipatakan, senang, marah, sedih, lucu dan masih banyak lagi. Dan kamera inilah
tempat semua kenangan itu tercetak,
kenangan yang sekarang tak mungkin kembali lagi, kenangan yang sudah lama
terlewati, kenangan dimana aku masih memakai seragam putih abu abu. Kenangan
yang saat ini hanya aku yang tau, karna aku tak mengijinkan orang lain untuk
mengetahui kenanganku ini. Entahlah semenjak kejadian itu aku selalu menutup
diri karna aku tak mau hal itu terulang kembali, hal yang membuat hidupku
berubah drastis, hal yang membuatku mengalami trauma. Cukup sekali aku
merasakan nya, aku bukan manusia bodoh yang ingin jatuh kedalam lubang yang
sama untuk kedua kalinya.
08
september, 5 tahun yang lalu. Aku duduk ditepi danau didekat perumahan elite
Magenta, danau ini sangat indah dan nyaman, cocok untuk orang yang sedang ingin
menyendiri, namun kedatanganku bukan untuk menyendiri, melainkan untuk menunggu
seseorang. Sam, namanya. Ia adalah
pacarku. “Hallo tuan putri Nesya Pratama. aku punya sesuatu buat kamu, dan aku
yakin kamu pasti suka sama pemberian dariku ini.” Aku sangat terkejut karna dia
memberiku sebuah kamera langsung cetak berwarna coklat, my favorite colour! Selang
satu bulan kami pun kembali ke danau ini, karna kata Sam, dia ingin
membeitahuku satu hal,satu hal yg mengakibatkan semuaya berakhir. Sore itu dia
mengakui semuanya, mengakui bahwa selama ini dia adalah seorang pecinta sesama
jenis. Betapa terkejutnya aku mengetahui hal semenjijikan itu,pantas saja
selama kami berpacaran dia tidak pernah menyetuhku, menggengam tanganku saja
tidak pernah. Dan sejak saat itu aku mengalami trauma yang parah,hingga aku
tidak mengijinkan satu pria pun untuk masuk lebih dalam lagi kehatiku. Dan
kamera inilah satu satunya kenangan darinya, karena dia ingin aku menyimpan nya
sebagai kenang kenangan kami berdua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar