Total Tayangan Halaman

Selasa, 24 Desember 2013

flash fiction



Memories Secrets

                Kenangan. 1 kata yang sangat sulit untuk dilupakan, namun sangat indah bila diingat. Kenangan, ada banyak rasa yang dicipatakan, senang, marah, sedih,  lucu dan masih banyak lagi. Dan kamera inilah tempat  semua kenangan itu tercetak, kenangan yang sekarang tak mungkin kembali lagi, kenangan yang sudah lama terlewati, kenangan dimana aku masih memakai seragam putih abu abu. Kenangan yang saat ini hanya aku yang tau, karna aku tak mengijinkan orang lain untuk mengetahui kenanganku ini. Entahlah semenjak kejadian itu aku selalu menutup diri karna aku tak mau hal itu terulang kembali, hal yang membuat hidupku berubah drastis, hal yang membuatku mengalami trauma. Cukup sekali aku merasakan nya, aku bukan manusia bodoh yang ingin jatuh kedalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.
                08 september, 5 tahun yang lalu. Aku duduk ditepi danau didekat perumahan elite Magenta, danau ini sangat indah dan nyaman, cocok untuk orang yang sedang ingin menyendiri, namun kedatanganku bukan untuk menyendiri, melainkan untuk menunggu seseorang.  Sam, namanya. Ia adalah pacarku. “Hallo tuan putri Nesya Pratama. aku punya sesuatu buat kamu, dan aku yakin kamu pasti suka sama pemberian dariku ini.” Aku sangat terkejut karna dia memberiku sebuah kamera langsung cetak berwarna coklat, my favorite colour! Selang satu bulan kami pun kembali ke danau ini, karna kata Sam, dia ingin membeitahuku satu hal,satu hal yg mengakibatkan semuaya berakhir. Sore itu dia mengakui semuanya, mengakui bahwa selama ini dia adalah seorang pecinta sesama jenis. Betapa terkejutnya aku mengetahui hal semenjijikan itu,pantas saja selama kami berpacaran dia tidak pernah menyetuhku, menggengam tanganku saja tidak pernah. Dan sejak saat itu aku mengalami trauma yang parah,hingga aku tidak mengijinkan satu pria pun untuk masuk lebih dalam lagi kehatiku. Dan kamera inilah satu satunya kenangan darinya, karena dia ingin aku menyimpan nya sebagai kenang kenangan kami berdua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar